Cerita Kami
Awal Mula Hazomelu
Dari sebuah perjalanan ke desa tua di Sulawesi, sebuah ide sederhana menjadi platform yang menghubungkan pelancong dengan warisan arsitektur Indonesia.
Sebuah Rumah yang Hampir Hilang
Semuanya dimulai pada 2019, ketika salah satu pendiri kami berkunjung ke kampung halaman di Sulawesi Selatan. Di sana berdiri sebuah rumah panggung Bugis berusia lebih dari seratus tahun, dengan ukiran kayu yang rumit di setiap sudutnya. Rumah itu kosong. Pemiliknya sudah pindah ke kota.
Tidak ada yang merawatnya. Tidak ada yang menggunakannya. Tapi rumah itu indah, dan penuh dengan detail yang tidak mungkin dibuat ulang dengan teknologi modern.
Pertanyaan yang muncul waktu itu sederhana: bagaimana jika orang bisa menginap di sini? Bukan hanya menginap, tapi benar-benar merasakan kehidupan di dalamnya.
Yang Kami Pegang
Prinsip yang Memandu Kami
Autentisitas Dulu
Renovasi boleh menambah kenyamanan, tapi tidak boleh menghapus karakter. Kami menolak properti yang sudah kehilangan jiwa aslinya demi tampilan modern yang generik.
Komunitas adalah Inti
Setiap rupiah yang dikeluarkan tamu harus mengalir ke komunitas lokal. Pemilik rumah, pengrajin yang merenovasi, petani yang menyuplai sarapan, semua bagian dari ekosistem yang sama.
Transparan Sepenuhnya
Foto yang kami tampilkan adalah foto asli. Deskripsi properti ditulis oleh pemilik dengan pendampingan tim kami. Tidak ada polesan berlebihan yang membuat ekspektasi tidak sesuai kenyataan.
Dampak Jangka Panjang
Kami tidak mengukur keberhasilan hanya dari jumlah pemesanan. Yang lebih penting adalah berapa banyak rumah tradisional yang berhasil diselamatkan dan berapa banyak keluarga yang terbantu.
Perjalanan
Langkah demi Langkah
Ide Pertama
Perjalanan ke kampung Bugis mempertemukan kami dengan rumah panggung tua yang kosong. Dari sini konsep awal Hazomelu mulai terbentuk.
Riset Lapangan
Tim kami mengunjungi lebih dari empat puluh desa di Jawa, Sulawesi, dan Sumatera untuk memahami kondisi rumah-rumah tradisional yang ada.
Properti Pertama
Rumah Joglo di Klaten menjadi properti pertama yang bergabung. Renovasi dilakukan bersama pengrajin kayu lokal selama empat bulan.
Ekspansi Platform
Platform digital diluncurkan secara resmi. Pemilik rumah di berbagai provinsi mulai bergabung setelah mendengar tentang model yang kami tawarkan.
Saat Ini
Hazomelu terus berkembang dengan koleksi properti dari berbagai pulau di Indonesia, selalu dengan komitmen yang sama terhadap autentisitas dan komunitas.